Pengertian Ekonomi Makro dan Permasalahanya
Pengertian Ekonomi Makro dan Permasalahannya
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian ekonomi mikro. Dan sekarang saya ingin membahas sedikit mengenai ekonomi makro.
Pengertian
Ekonomi makro adalah studi
tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan
ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar.
Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk
memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan
ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan
neraca yang berkesinambungan. (Sumber: Wikipedia)
Ekonomi makro bertujuan untuk
menganalisa peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijaksanaan seperti
pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian
keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Permasalahan Ekonomi Makro
Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada ekonomi makroa. Lambannya pertumbuhan ekonomi.
Jumlah lulusan sekolah/sarjana yang
meningkat setiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang
ada. Terlebih masih adanya keengganan untuk berwirausaha. Para fresh
graduate tersebut hanya terpaku mencari pekerjaan kantoran yang bisa
memberikan kenyamanan baik secara finansial maupun status sosial
dibandingkan menjadi pengusaha. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan
ekonomi berjalan lambat.
b. Tingginya pengangguran dan kemiskinan.
Terbatasnya lapangan pekerjaan dan
ledakan jumlah penduduk adalah faktor utama terjadinya pengangguran dan
kemiskinan. Jumlah penduduk yang meningkat tidak sebanding dengan
lapangan pekerjaan yang tersedia sehingga meningkatkan jumlah
pengangguran. Jumlah pengangguran yang meningkat, persaingan kerja yang
sengit serta tuntutan untuk bisa bertahan hidup menyebabkan masyarakat
tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pekerja di sektor informal
seperti buruh, kuli, pembantu dsb. Tentu saja hal tersebut menjadi
pemicu kemiskinan, karena masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan
dasarnya seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan.
Selain itu infrastruktur dan sumber daya alam belum dimanfaatkan secara
menyeluruh oleh masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya.
c. Inflasi dan defisit APBN.
Kenaikan harga barang yang merupakan
dampak dari terjadinya inflasi akan mempengaruhi perekonomian dan daya
beli masyarakat. Tingginya laju inflasi mengakibatkan BI melakukan
pengetatan di bidang moneter. Namun, pengetatan moneter ini tidak dapat
dilakukan secara drastis karena akan mengancam kelangsungan proses
penyehatan perbankan dan program restrukturisasi perusahaan.
d. Tingginya utang luar negeri
Turunnya nilai tukar rupiah terhadap
mata uang asing terutama dollar AS menyebabkan sebagian besar utang luar
negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai. Sehingga pada
saat terjadi krisis dalam sekejap nilai utang tersebut membengkak. Untuk
mengatasi masalah ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang
luar negeri dengan pihak peminjam.
Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro
Adapun bentuk-bentuk kebijakan dalam ekonomi makro meliputi:1.Kebijakan fiskal:
Merupakan langkah yang dilakukan
pemerintah untuk membuat perubahan dalam pendapatan dan pengeluaran
negara yang bertujuan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian.
2.Kebijakan moneter:
Adalah kebijakan pemerintah yang terkait
dengan perilaku bank sentral dalam penawaran dan pengaturan uang yang
beredar yang bertujuan untuk mempengaruhi agregat.
3.Kebijakan segi penawaran
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk
mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan, dimana perusahaan dapat
menawarkan produknya dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang ekonomi makro dan beberapa permasalahannya. Semoga bermanfaat.www.poltek.ac.id
Komentar
Posting Komentar